Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2016

Believe in Destiny (Part3)

            “Tidak mungkin”             Seru Nara setengah berteriak. Perkataan orang tuanya tidak masuk akal saat mengatakan bahwa pertunangan ia dan Mino dibatalkan , berhasil membuat otaknya membeku tidak bisa bereaksi. Ia menatap mereka dengan tatapan memohon agar perjodohan ini tetap berlangsung. Karena ia tahu, saat ini ia sudah mencintai sosok dingin seperti Mino.             Pernyataan lebih mengejutkan dari mereka yang menyatakan bahwa keluarga Mino menipu perusahaan ayahnya. Sehingga bisa dibilang saham keluarga Kim setengahnya jatuh kepada perusahaan keluarga Mino.             “Kita sudah sepakat untuk memutuskan perjodohan kalian. Kekayaan kita di Korea hampir habis. Saham ayah sudah merosot rendah. Kita harus memperbaiki kejadian ini dari awal....

Believe in Destiny (Part2)

Nara mengolesi roti dengan slai cokelat dalam diam. Tanpa ada sepatah katapun yang ia ucapkan pagi ini. Apalagi memulai percakapan dengan lelaki itu. Ya, Song Mino. Ucapannya masih terngiang dipikiran Nara saat dia mengatakan bahwa Taehyun tidak pantas untuknya dan harus memutuskannya. Sungguh, Nara masih bingung kenapa dia harus berkata seperti itu? bahkan dia dan Taehyun tidak saling mengenal. Mino meminum habis teh dihadapannya, “Setelah kuliah selesai aku tidak bisa pulang bersamamu. Aku harus pulang ke rumah dan menyelesaikan urusanku” ia menatap Nara datar. Mungkin malam ini ia tidak bisa menginap di rumah Nara lagi. Jadi, pagi ini terakhir mereka berangkat bersama. “Aku sudah menunggu lama perkataan i tu dari mulutmu” jawab Nara tanpa ekspresi. Lelaki itu berdehem cukup keras, “Kau masih marah padaku? Suatu saat nanti kau akan me n getahui apa yang aku bicarakan semalam” “Itu karena kau berniat menghancurkan hubunganku” “Tentu saja tidak. Untuk apa aku melakukan ...