Review Novel Black Showman dan Pembunuhan di Kota Tak Bernama by Keigo Higashino
Si paling manipulatif
Blurb
Pembunuhan bisa terjadi di mana saja, termasuk di sebuah kota kecil, terpencil, dan nyaris terlupakan di tengah pandemi Covid-19.
Seorang mantan guru SMP ditemukan tewas tercekik di halaman rumahnya sendiri. Polisi tidak tahu apakah ini pembunuhan terencana, pembunuhan tak disengaja, atau aksi pencurian yang berakhir dengan pembunuhan. Korban adalah guru yang disegani. Setelah pensiun pun, mantan murid-muridnya sering menghubunginya untuk meminta bantuan atau nasihat. Jadi, tentu saja para mantan muridnya, yang pulang ke kota itu demi menghadiri reuni, termasuk dalam daftar orang-orang yang dicurigai.
Polisi kebingungan, dan si pembunuh lega karena identitasnya tidak akan pernah ketahuan.
Namun, ia tidak menyangka bahwa putri korban akan muncul bersama pamannya—seorang mantan pesulap eksentrik—dan ikut menyelidiki apa yang sebenarnya terjadi dan mencari tahu siapa yang membunuh Kamio Eiichi.
⭐⭐⭐⭐⭐/5
Tunggu dulu, tunggu dulu ini salah satu novel page Turner yang dibilang cukup memorable
Sebelum memulai review ini harus tarik napas dalam-dalam agar tidak terwow-wow di tengah cerita🙊
Kalian harus tahu 2 tokoh penting dalam novel ini. Pertama, Kamio Mayo (Anak korban). Kedua, Kamio Takeshi (Adik korban) sekaligus mantan sulap yang triknya berhasil mengungkapkan siapa pembunuh sebenarnya.
Disinilah definisi kalau novel ini sangat mind blowing, kenapa? Karena unsur psikologi juga sangat penting digunakan dalam mencari motif pembunuh. Menuju chapter terakhir selalu disuguhkan agar pembaca berfikir "Wah jangan-jangan pelakunya dia dan motifnya begini" Tapi jika Takeshi mengucapkan hipotesis nya secara otomatis kita ikut setuju dengan ucapannya. Jujurly, ceritanya bisa membuat pembaca terombang-ambing hanya karena spekulasi tanpa bukti dari Takeshi😅
It's a wonderful story, amazing case and best trick to reveal the murder.
Diawal cerita diperlihatkan bagaimana kondisi Jepang saat pandemi corona. Tokyo menjadi sepi apalagi ada pembatasan aktivitas pada jam tertentu.
Mayo mendapat undangan reuni SMP dari Momoka yang berlokasi di kota tempat kelahiran, sebut saja kota tanpa nama. Momoka juga mengungkapkan kalau reuni tersebut akan dihadiri Pak Guru Kamio karena ada acara mengenang kepergian Takumi, salah satu teman mereka yang meninggal karena leukimia. Acara mengenang Takumi adalah membacakan surat essay Takumi semasa SMP yang belum pernah diperlihatkan kepada siapapun.
Setelah beberapa hari mendapatkan undangan reuni, Mayo dikejutkan dengan kabar bahwa ayahnya meninggal. Meskipun dilokasi kejadian terlihat seperti perampokan namun karena tidak ada barang yang dicuri polisi langsung menetapkan bahwa kematian Kamio Eiichi sebagai pembunuhan.
Takeshi menyadari bahwa ada yang tidak beres terjadi dirumahnya, dan benar saja ia menemukan bahwa Kakaknya mati dibunuh.
Karena tidak percaya dengan polisi, Mayo dan Takeshi berusaha mencari tahu siapa pembunuhnya.
Disni Takeshi berhasil mencari daftar tersangka pembunuh dari draft polisi, tentu saja cara yang digunakan tidak relevan karena menggunakan trik dan tipuan, namun itu justru sangat berguna bagi penyelidikan mereka.
Kita mengerucutkan nama tersangka sebagai "Panitia dan anggota reuni"
Sebut saja salah satu teman sekelas SMP Mayo sebagai pembunuh, tapi pertanyaannya siapa dan motifnya apa?
Sepanjang cerita kita disuguhkan bagaimana cara Takeshi menjebak teman-teman Mayo menggunakan psikologi, sampai alibi yang mereka gunakan terbuang sia-sia karena fakta yang Takeshi ungkapkan. Dalam satu pembunuh banyak kasus yang terpecahkan, hingga menuju chapter terakhir tersangka dikerucutkan menjadi pelaku.
Takeshi mengumpulkan semua tersangka di satu ruangan dan memberikan gimik jebakan, barulah mengungkapkan analisis satu per satu sampai si pelaku tidak punya jalan untuk mengelak akhirnya terjebak.
Okay, dan disepanjang cerita gue banyak salah menebak si pelakunya. Sampai terungkap dia pembunuh dan motifnya seperti apa, gue masih ternganga dan berfikir keras "MASA SIH? KOK BISA?"
Takeshi bukan detektif sebagaimana detektif Kaga, namun berkat kecerdasan dia mampu mengulik sampai kelapisan paling dalam cerita para tersangka hanya bermodalkan ucapan psikologi tersangka dan dia kembangkan menjadi unsur penting dalam membuka motif.
Sumpah ini cerita sangat jenius, kasusnya sederhana tapi pembaca dibuat seakan terus berfikir kalau gerak gerik maupun ucapan sedikitpun bisa dikorek lebih dalam. Contoh, tatapan mata saja bisa dijadikan kunci penting semisalnya dia berbohong atau tidak. Gila memang Takeshi ini.
Gue ngga suka baca novel mystery, bahkan cerita Sherlock Holmes saja bisa selesai lama padahal cuma satu buku. Tapi gue dibikin terlove langsung oleh cerita Keigo Higashino. Gaya penulisannya sederhana dan terjemahan yang mudah dipahami membuat cerita ini asik untuk dinikmati.
Mulai detik ini bahkan gue masukin genre misteri sebagai novel yang wajib dibaca tahun ini😀
Sampai jumpa dibuku The Newcomer Pembunuhan di Nihonbashi - Keigo Higashino

Komentar
Posting Komentar