Review Novel Kesetiaan Mr. X by Keigo Higashino
It's not about you but love...
Blurb
Ketika si mantan suami muncul lagi untuk memeras Yasuko Hanaoka dan putrinya, keadaan menjadi tak terkendali, hingga si mantan suami terbujur kaku di lantai apartemen. Yasuko berniat menghubungi polisi, tetapi mengurungkan niatnya ketika Ishigami, tetangganya, menawarkan bantuan untuk menyembunyikan mayat itu.
Saat mayat tersebut ditemukan, penyidikan Detektif Kusanagi mengarah kepada Yasuko. Namun sekuat apa pun insting detektifnya, alibi wanita itu sulit sekali dipatahkan. Kusanagi berkonsultasi dengan sahabatnya, Dr. Manabu Yukawa sang Profesor Galileo, yang ternyata teman kuliah Ishigami.
Diselingi nostalgia masa-masa kuliah, Yukawa sang pakar fisika beradu kecerdasan dengan Ishigami, sang genius matematika. Ishigami berjuang melindungi Yasuko dengan berusaha mengakali dan memperdaya Yukawa, yang baru kali ini menemukan lawan paling cerdas dan bertekad baja.
❤❤❤❤💔/5
Novel yang menarik, cerdas dan penuh intrik drama meskipun bukan cerita Roman Picisan 🤪
Dan masih menjadi salah satu novel Keigo Higashino yang sukses bikin dag dig dug.
Sebenernya dari awal cerita bahkan di sinopsis diatas sudah dijelaskan siapa korbannya, siapa pembunuhnya, dan apa motifnya. Namun karena Isighami muncul dalam peristiwa tersebut maka cerita berubah dengan alur yang sama. Menarik? Tentu saja ini salah satu novel yang plost twist nya ngga bisa gue tebak. I'm not stupid but don't try to think the reason, so awful 🥲
Yasuko tanpa sengaja membunuh mantan suaminya di apartemen menggunakan sejenis kabel pemanas ruangan. Ketika bingung menyingkirkan manyat tersebut, Ishigami muncul menawarkan bantuan termasuk membantu alibi Yasuko dan anaknya jika diinterogasi mengenai penemuan manyat tersebut.
Sesuai prediksi Ishigami, detektif dari Kepolisian yaitu Kusanagi dan Kintani mengecek kebenaran semua alibi Yasuko dan anaknya. Kintani membuktikan alibi tersebut namun Kusanagi merasa alibi Yasuko seakan dibuat-buat namun ia tidak bisa membuktikan asumsinya. Maka untuk membantu membuktikan asumsi tanpa fakta tersebut ia meminta bantuan teman semasa kuliahnya, Nawabu Yukawa.
Dan dimulailah, bagaimana kecerdasan Ishigami si jenius matematika berhadapan dengan Yukawa si jenius fisika.
Ishigami sangat menyukai matematika lebih dari ia menyukai kehidupannya. Yukawa menyukai fisika, karena eksperimental membuatnya bisa membuktikan fakta yang tidak diketahui orang. Mereka jelas dua orang yang bertolak belakang meskipun secara alamiah sama-sama jenius. Sepanjang cerita disuguhkan bagaimana Ishigami membuat alibi sesuai dengan penemuan polisi tapi sebenarnya itu trik perangkap agar polisi jatuh ke dalam permainannya. Namun, Yukawa selalu berasumsi jika orang menganggap itu benar dia akan mencari dari kesalahan supaya hal itu menjadi benar. Yukawa selalu bertolak belakang dengan Ishigami mulai dari cara berfikir maupun dalam pemecahan masalah.
Satu persamaan di antara Ishigami dan Yukawa: mereka ingin membangun dunia ini berdasarkan teori. Namun metode pendekatan yang digunakan sama sekali berbeda. Bila yang dilakukan Ishigami sama dengan menumpuk beberapa set balok mainan yang terdiri atas rumus matematika, maka Yukawa akan memulainya dari mengamati, menemukan teka-teki di puncak balok itu, dan berusaha mengungkapkannya. Ishigami menyukai metode simulasi, sementara ambisi Yukawa ada di eksperimen.
Yash, sepanjang alur pembaca disuguhkan bagaimana Ishigami membuat metode sederhana dalam menyembunyikan mayat.
"Ishigami tidak punya alasan untuk membantu Yasuko Hanaoka membunuh Togashi. Dia pasti akan memikirkan cara lain demi membantu wanita itu, bukannya memilih membunuh."
Kusanagi lantas bertanya apakah itu berarti Ishigami bukan tipe manusia kejam. Yukawa menatapnya dengan tenang dan menggeleng. ”Kita tidak bicara masalah perasaan. Menurutku tidak masuk akal jika seseorang merasa membunuh adalah jalan keluar dari penderitaan. Untuk apa menambahkan penderitaan lain dengan benar-benar melakukannya? Ishigami tak akan melakukan hal mengerikan seperti itu. Sebaliknya, dia tipe yang rela berbuat kejam selama itu dianggapnya masuk akal.”
Isighami bukan psikopat namun asumsi yang menurutnya masuk akal itu bisa dilakukan meskipun tidak sesuai dengan persepsi orang lain.
Lalu saat ditanya bagaimana peran Ishigami dalam kasus ini, Yukawa menjawab, "Yang terpikir olehku hanya jika benar dia terlibat, itu berarti dia tidak turun tangan langsung karena pembunuhan itu sudah terjadi saat dia mengetahuinya. Entah apa yang dilakukannya setelah itu. Mungkin dia menutupi kasus itu jika memungkinkan. Namun jika itu mustahil, yang akan dilakukannya adalah mencari akal untuk menghindari kejaran tim penyidik, termasuk dengan memberi instruksi pada Yasuko dan putrinya, misalnya bagaimana menjawab pertanyaan detektif, kapan waktu yang tepat untuk mengeluarkan bukti, dan banyak lagi."
Berdasarkan analisis Yukawa, itu berarti semua keterangan yang diberikan Yasuko Hanaoka dan putrinya pada polisi bukan murni berasal dari niat mereka, melainkan atas perintah Ishigami yang mengendalikan dari belakang. Namun setelah penjelasan panjang lebar itu, sang fisikawan menambahkan dengan tenang, "Tapi tentu saja semua itu tak lebih dari sekadar analisis yang kususun dengan asumsi Ishigami." - p 212
Bagaimana Yukawa begitu mempercayai sahabatnya namun tetap rasional bahwa memang ada yang janggal dalam metode Ishigami. Ya, teori matematika yang diucapkan Ishigami membuat Yukawa sadar bahwa sahabatnya melakukan perbuatan yang tidak seharusnya dia lakukan.
Kecerdasan Yukawa bahkan menurut gue diluar nalar😂
"Ingat bagaimana teori yang dipakainya untuk membuat soal ujian matematika? 'Memanfaatkan lubang kelemahan dalam sebuah asumsi'. Soal fungsi bilangan yang disamarkan menjadi soal geometri." p - 299
Ketika Ishigami selalu mengatakan fungsi bilangan bisa disamarkan menjadi geometri, Yukawa langsung berasumsi jika pembunuhan Togashi adalah fungsi bilangan maka penyamaran geometri seperti apa? Otaknya langsung bereksperimen apa saja yang akan dilakukan Ishigami dari sudut pandang orang yang jenius.
"Memang, tapi dengan mengubah sedikit saja sudut pandang, sebenarnya justru itu soal yang mudah. Saat orang biasa berusaha menutupi kejahatannya serumit mungkin, justru kerumitan itu yang akan membuatnya menggali lubang kubur sendiri. Tapi orang genius takkan sampai berbuat begitu. Dia akan memilih metode sederhana, tapi tak pernah terpikirkan atau bakal dipilih orang biasa untuk membuat kasus itu menjadi sulit." - p 241
Dan bamb....
Ketika menyadari metode yang digunakan Ishigami, Yukawa langsung membeberkan di depan sahabatnya bagaimana runtutan kejadian berlangsung, bagaimana trik Isighami untuk menyamarkan soal geometri dalam kasus pembunuhan tersebut.
Ishigami tentu saja tidak terkejut, sejak kemunculan Yukawa dalam kasus ini ia bisa menebak jika Yukawa suatu saat akan membongkar metodenya. Namun, tebakan Yukawa hanya 99% dari 100% susunan trik yang ia rencanakan.
Betapa terkejutnya Yukawa ketika ia mengetahui jika 1% trik yang belum terpecahkan adalah dalam diri Ishigami sendiri.
Wow I can't imagine this whole story ever.
Bisa masuk akal alasan Ishigami membantu Yasuko karena ia mencintai wanita itu, tapi menyamarkan pembunuh pakai teori geometri sungguh diluar nalar bagi otak gue yang ngga bisa berfikir keras🥲
Unsur psikologi di novel ini kerasa banget, karena pembaca bisa mendalami bagaimana seorang Ishigami. Namun untuk thriller nya mungkin kurang karena dari awal sudah dijelaskan inti dari masalahnya, hanya saja cara pendekatan Yukawa untuk melawan Ishigami sungguh diluar prediksi.
Minusnya, pembaca seakan tau kesimpulan dari analisis Yukawa, tanpa sang fisikawan menjabarkan kenapa omongannya bisa dibenarkan. Ketika Yukawa bilang A secara otomatis pembaca akan menganggap "Yah bener banget".

Komentar
Posting Komentar