My Little Candy



"“seonbaenim... ya seonbaenim”
“kyuhyun-aaaaaaa kyuhyunnnnnnn kyuhyunnnnn”
“oppa... oppa... oppa”
            Teriakkan para gadis begitu menyakitkan telinga. Semua orang yang melihat Kyuhyun seperti mengganggap bahwa lelaki itu seorang malaikat. Mempunyai wajah tampan serta popularitas sebagai anak pemilik sekolah ini tentu membuatnya banyak di incar oleh para gadis di sekolah ini untuk dijadikan pacar. Tidak heran jika Kyuhyun mempunyai sifat sombong dan begitu angkuh setiap orang menyebut namanya.
“berhenti memanggil dengan sebutan seperti itu. Suara kalian memecahkan gendang telingaku” teriakan Kyuhyun begitu keras. Hingga semua orang tertunduk kaget dan serempak mengucapkan kata maaf.
            Star High School adalah salah satu sekolah pribadi yang di dirikan oleh keluarga Cho. Sebuah keluarga yang paling terpandang, mereka masuk daftar keluarga paling kaya di Korea. Tak hanya mempuyai sekolah, keluarga Cho juga mempunyai beberapa perusahaan di beberapa bidang industri dan properti. Saat ini, keluarga Cho di pimpin oleh generasi ke lima. Mereka di didik untuk bisa menghasilkan uang sebanyak yang mereka bisa. Namun apa yang terjadi dengan anak kedua dari generasi kelima ini?. Kyuhyun.
*****
“kau seharusnya tidak memghambur-hamburkan uang Kyuhyun” teriak Cho Ahra yang merupakan anak kesatu dari generasi kelima keluarga Cho.
“nuna berbicara kepadaku?” tanya Kyuhyun dengan wajah polos, kemudian ia berjalan pergi menjauhi sang kakak.
“Lamborghini Murcielago LP 640” jawab Ahra sedikit emosi ketika mengikuti langkah kaki Kyuhyun dari belakang.
“aku baru membelinya kemarin” Kyuhyun menoleh kearah kakaknya dengan memberikan sedikit senyuman. Senyuman yang membuat Ahra geram dengan tingkah laku yang ia tunjukan.
“kau masih sekolah dan kau tidak boleh membawa kendaraan pribadi” Ahra menatap sinis Kyuhyun. “dan yang jadi masalahnya, kenapa kau menggunakan uangku Kyuhyun?” lanjutnya.
Emosi Cho Ahra semakin membludak seperti api yang tertiup angin topan, yang tidak bisa ditahan untuk tetap tenang. Meskipun ia bersikap keras, namun Kyuhyun tetap acuh. Tatapan sinis pun tidak mampu membuat Kyuhyun takut. Sebenernya, ia sudah bosan menghadapi sikap dan tingkah laku Kyuhyun yang seperti anak kecil. Namun, ia sebagai kakak harus bisa bertanggung jawab kepada Kyuhyun karena Kyuhyun merupakan adik satu-satunya.
“aku akan mengganti uang nuna jika sudah bekerja” ucap Kyuhyun saat ia sudah duduk di ruang tamu.
“bagaimana kau bisa bekerja jika saat ini kau mengisi hidupmu dengan bermain bersama teman-temanmu dan menghabiskan uang banyak. Jika kau mempunyai mobil, pasti kau bisa pergi sesuka hatimu. Lalu bagaimana dengan belajar dan sekolah?”
“karena sebentar lagi aku akan lulus. Aku tidak perlu belajar keras seperti yang kau lakukan. Karena aku sudah pintar”
“kau tidak akan lulus”
“terserah”
*****
Seorang gadis dengan rambut terurai panjang dan terlihat pita biru menempel di rambutnya yang membuat ia terlihat menarik. Ia sedang asik memandangi bunga tulip yang sudah mekar di depan taman sekolah.
Gadis itu merupakan siswa baru yang pindah beberapa hari yang lalu. Ia baik dan begitu cantik sehingga banyak para lelaki yang jatuh cinta terhadapnya.
Kini, gadis itu sedang asik duduk di kursi yang berada di lorong sebelah kiri dekat taman.
“Hye Mi~ahh”
            Gadis itu menoleh. Gadis itu bernama Hye Mi.
“sepucuk surat dari Kim Jong Woon” kata Na Ya sambil memberikan sebuah surat dari dalam tasnya ke arah Hye Mi.
“surat cinta lagi?” tanya Hye Mi penasaran.
“aku belum membukanya. Sepertinya puisi atau sajak. Tapi, entahlah” Na Ya menggantungkan ucapannya. Ia tidak tau isi surat itu, karena ia memang belum membukannya.
            Hye Mi mengambil surat tersebut. Ia hendak menyimpan surat itu kedalam tas namun Na Ya melarang dan menyuruh untuk membuka surat itu sekarang.
“ayolah! Aku mau melihatnya” pinta Na Ya.
“baiklah” kata Hye Mi.
Dengan perasaan penasaran, sedikit demi dedikit ia membuka sepucuk surat berwarna merah hati yang di ikat pita putih tersebut. terdapat simbol hati serta dua malaikat kecil bersayap yang membuat pemilik surat tersebut terlihat romantis.
“CINTA HADIR DILIPUTI MISTERI
SAAT TUHAN MEMBERIKAN DUA HATI UNTUK BERJALAN
DUA TANGAN UNTUK MEMEGANG
DUA TELINGA UNTUK MENDENGAR
DAN DUA MATA UNTUK MELIHAT.
TETAPI MENGAPA TUHAN
HANYA MENGANUGERAHKAN SEKEPING HATI KEPADA KITA?
MAKA JAWABANNYA ADALAH
KARENA TUHAN TELAH MEMBERIKAN SEKEPING LAGI  HATI
KEPADA SESEORANG UNTUK KITA MENCARINYA
ITULAH CINTA” – Kalil Gibran
            Hye Mi tersenyum membaca surat dari Jong Woon. Sedangkan perempuan yang ada di sampingnya sampai merinding setelah membaca surat itu. yang terkesan justru Na Ya, ia merasakan getaran dihatinya. Sedangkan Hye Mi hanya bisa terdiam. Ia kembali melipat surat tersebut lalu memasukannya ke dalam tas.
“kau memang sosok yang romantis Jong Woon~ahh. Tapi maaf sekali” ucap Hye Mi kemudian berjalan pergi meninggalkan Na Ya. Na Ya hanya bisa menatap heran dengan ketidak mengertian apa yang di katakan Hye Mi.
*****
            Dengan gagah Kyuhyun bersama kedua temannya berjalan menuju kantin. Semua gadis berteriak histeris. Ketika mereka bertiga duduk di kursi, ada beberapa gadis yang telah membawakan makanan untuk mereka. Khususnya makanan special dan yang paling enak di pesan untuk Kyuhyun.
“lihatlah gadis itu!” Tangan Ryeowook menunjuk kepada seseorang yang sedang makan sendirian di kantin paling pojok.
“Sung Hye Mi. Dia murid baru” kata Henry. “gadis yang dapat membuat seseorang terhipnotis bila melihat apalagi menatap matanya” lanjutnya.
“aku belum pernah mendengar ada murid baru” kata Kyuhyun sambil menatap dengan penuh perhatian. “aku seperti pernah melihatnya”
            Kyuhyun menimbang-nimbang antara ucapan dan ingatannya. Ia seperti pernah melihat gadis itu, tapi dimana? Wajahnya tidak asing baginya. Senyumnya begitu familiar. Pita biru yang di pakainya seperti sebuah benda yang sama yang ada di dalam ingatannya. Tapi, siapakah Hye Mi bagi Kyuhyun? Kyuhyun begitu penasaran.
“berhenti menatap gadis itu!” pinta Henry.
“apa kau tertarik?” tanya Ryewook sambil menatap temannya itu penuh selidik.
“SANGAT TERTARIK”
            Kyuhyun bangkit dari tempat duduknya. Ia kemudian merapikan rambut pirangnya, serta baju agar tidak terlihat kusut. Ia berjalan menjauhi kedua temannya, tak lupa juga, ia sempat menebarkan senyuman kearah para gadis yang melihatnya.
            Ternyata... ia berjalan kerah Hye Mi yang sedang duduk sedirian. Saat sudah dekat dengan gadis itu, ia segera mengeluarkan jurus andalannya. Yaitu, menampilkan senyum yang mematikan. Benar, senyum Kyuhyun memang begitu memikat hati dan membuat hati berguncang hebat di buatnya.
“Hye Mi~ssi?” sapa Kyuhyun tanpa basa basi lagi dan langsung duduk di kursi tepat berada sebelah Hye Mi.
“aku seperti pernah melihatmu. Apa kau pernah melihatku?” tanya Kyuhyu lagi.
“tidak” jawab Hye Mi cuek.
“kau membeli pita itu dimana?”
“aku tidak membelinya”
“dari siapa”
“dariiiii” Hye Mi menghentikan ucapannya. Ia lalu menatap Kyuhyun.
“dari siapa” Kyuhyun mengulang pertanyaannya.
            Hye Mi masih menatap Kyuhyun tidak percaya. Ia tidak bisa mengucapkan apapun, mulutnya seperti terkunci rapat-rapat. Kemudian, Kyuhyun juga menatap matanya. Hingga akhirnya mata mereka berdua bertemu.
“Little Candy” kata Kyuhyun dengan tersenyum manis kearah gadis yang ada di sampingnya.
*****
            Semua anak-anak kelas 3-1 hadir di pesta yang sangat meriah ini. Tak hanya mereka, Kyuhyun juga mengundang anak kelas 3 lainnya untuk bergabung dalam perayaan yang meriah ini. Ini bukanlah pesta ulang tahun dan juga bukan pesta kelulusan, melainkan pesta keseruan yang di buat Kyuhyun.
            Lampu disko terus berkerlap-kerlip, musik keras semakin menambah suasana menjadi terlihat mengasikan. Tempat ini menjadi langganan Kyuhyun untuk mengadakan pesta setiap bulannya. Semua orang yang mengenalnya selalu di minta datang untuk menambah acara pesta semakin seru.
            White Party adalah tema yang di buat Kyuhyun dalam pesta ini. Semua yang hadir disini benar-benar memakai baju putih-putih.
            Kyuhyun berjalan menuruni tangga dengan melambaikan tangannya ke semua orang. Tentu saja, semua teman perempuan berteriak histeris karena selain ketampanan yang ia punya, Kyuhyun bak pangeran di negeri dongeng. Baju dan celananya putih seperti model pakain pangeran di kerajaan-kerajaan.
“kau berjanji kepadaku tidak akan mengadakan pesta lagi Kyuhyun. Tapi sekarang kauuuuu?” teriak suara tersebut dari arah ponselnya. Tapi Kyuhyun malah mengacuhkan dan tidak mendengarkan suara tersebut.
“nanti kita bicara, nuna!” ucap Kyuhyun, kemudian ia melanjutkan berjalan menghampiri dua teman baiknya.
“kakakmu menelponku tadi. Dia marah kepadaku karena aku tidak bisa membujukmu untuk tidak melaksanakan pesta ini” kata Henry ketika Kyuhyun menghampirinya.
“aku dan Henry terkena imbasnya” timpal Ryeowook.
“kalian nikmatilah pesta ini!”
            Semua orang tertawa ria. Kyuhyun menghabiskan begitu banyak minuman beralkohol. Hingga kepalanya terasa pusing. Ia pun berjalan ke pojok ruangan dan duduk di kursi panjang sambil mengetuk-ngetukan tangan ke bagian kepalanya. Matanya keakan rabun namun ia masih tetap sadar dan tetap mengenali orang di depannya.
“apa kau sadar?” tanya seorang perempuan dan langsung duduk di sampingnya.
“Hye Mi kah? Aku tau jika kelas 3-4 akan datang ke pesta ini. Kau ikut rupanya?”
“jangan minum lagi! sebaiknya kau bubarkan pesta ini dan langsung pulang” saran Hye Mi sambil menarik tangan Kyuhyun untuk berdiri.
“apa kau tidak menikmatinya” tanya Kyuhyun dengan tatapan agak lemas. “heyyy kau tidak memakai baju putih?”
“aku disuruh langsung kesini, mana mungkin aku harus memilih baju yang sudah menjadi ketentuan dalam pesta ini. Gara-gara kau, aku gagal makan malam”
“aku tidak menyuruhmu datang, aku hanya memberi kabar bahwa siapa saja boleh ikut” kata Kyuhyun. Kemudian, ia menghempaskan tubuhnya kembali ke atas kursi.
            Akhirnya... dengan susah payah Hye Mi bisa membawa Kyuhyun ke dalam mobil dan membawanya pulang. Sepanjang perjalan Hye Mi terus menatap Kyuhyun tanpa henti. Sesekali tangan halusnya membelai rambut Kyuhyun. Sentuhan tangan Hye Mi tak sengaja menyentuh tangan Kyuhyun. Entah apa yang di fikirkan Kyuhyun, ia seperti merasakan sentuhan gadis ini, kemudian ia langsung menggenggam tangan Hye Mi. Kyuhyun masih asik di alam bawah sadarnya sambil memegang tangan Hye Mi.
*****
            Satu minggu telah berlalu dari kejadian Kyuhyun membuat pesta untuk dirinya dan juga temannya. Cho Ahra begitu marah kepada Kyuhyun. Ia menghabiskan banyak uang kakaknya untuk suatu hal yang tidak penting. Berkali-kali Ahra menyuruh Kyuhyun untuk sadar dan bangkit dari sikap seperti itu. Namun, Kyuhyun selalu tidak mendengarkan kakaknya. Hal seperti inilah yang membuat Ahra terpaksa harus berbuat yang lebih kejam kepada adik satu-satunya ini.
“tinggallah di tempat ini untuk beberapa bulan” kata Ahra sambil memberikan kertas dengan tulisan tempat yang harus di datangi oleh Kyuhyun.
“kenapa?” tanya Kyuhyun heran.
“agar sifat borosmu bisa di obati disana. Jika kau tinggal bersamaku, kau tidak akan berubah” jawab Ahra menegaskan Kyuhyun, bahwa apa yang ia perbuat bisa bermanfaat bagi adiknya.
“baiklah” ucap Kyuhyun menerima perkataan kakaknya.
“ini ambillah!” Ahra menyerahkan uang satu lembar kearah Kyuhyun.
“apaaaaaa” kyuhyun begitu terkejut dengan uang yang di berikan kakaknya.
“untuk satu minggu. Kemudian nuna akan mengirim lagi untuk satu minggu kedepan dan akan terus berlangsung seperti itu” ucap Ahra.
            Seratus ribu rupiah harus cukup dipakai Kyuhyun selama satu minggu. Kyuhyun tidak bisa protes karena ia sudah sepakat dengan kakaknya bahwa ia mengetujui yang di ucapkan barusan.
            Apartement dengan lantai dua pulang yang berada di pinggir Seoul merupakan tempat barunya. Ukuran lebar lima meter dengan panjang sepuluh meter terpaksa akan menjadi rumah barunya. Dengan uang yang sedikit, Kyuhyun merasa hidupnya tidak akan bermanfaat lagi. Bagaiman ia bisa bertahan hidup dengan seratus ribu rupiah untuk seminggu.
            Pukul enam pagi ia sudah bangun dan bersiap-siap untuk pergi kesekolah. Apartement ini cukup jauh dari sekolah, terpaksa ia harus bangun pagi sekali.
“arghhhhh.., kenapa hidup ini begitu sulit” teriak Kyuhyun ketika ia hendak menuruni tangga, karena lift apartement tersebut rusak dan sedang di perbaiki.
“hidup tidak akan sulit jika kita menjalaninya dengan senang tanpa ada bebab sedikit pun” jawab suara perempuan dari balik tangga yang berada di lantai 18.
Kyuhyun berbalik badan kebelakang “Hye Mi~ssi?” ia sedikit terkejut. “aku hidup dengan uang seratus ribu. hidup ini begitu sulit” lanjutnya.
“jika dengan uang tersebut kau tidak merasa cukup, kau bisa bekerja. Contohnya Bekerja paruh waktu” kata Hye Mi.
“akuuu” ucap Kyuhyun menunjuk dirinya sendiri. “anak kedua dari generasi ke lima keluarga Cho, harus bekerja paruh waktu. Itu tidak mungkin”
“jika kau ingin sukses sebagai anak keluarga Cho, kau harus bekerja keras, karena tidak ada seorang pun yang bisa sukses tanpa bekerja keras. Kesuksesan itu tidak berasal dari orang lain, status, maupun gelarmu, tetapi kesuksesan berasal dari dirimu sendiri, apa kau mau berusaha atau tidak”
“aku mengerti” jawab Kyuhyun. “kau tinggal disini?”
“benar”
            Mereka berdua menuruni tangga bersama, hingga naik bus bersama pula. Keakraban sangat terasa, seperti sudah saling mengenal satu sama lain. Sepanjang perjalan menuju sekolah mereka saling bertukar pikiran, sesekali mereka saling tertawa dengan cerita pengalaman hidup yang di ceritakan masing-masing.
            Hingga akhirnya mereka tiba di depan sekolah.
“Hye Mi~ahh” teriak Na Ya dari depan.
“ada apa?” jawab Hye Mi.
“Kim Jong Woon menyuruhmu ke lapang basket sekarang?”
“ada apa?” Hye Mi mengulang jawabannya.
“entahlah... Ayoo!”
            Na Ya menarik tangan Hye Mi dan tanpa sengaja Hye Mi pun menarik tas Kyuhyun. Terpaksa, Kyuhyun mengikuti arah kedua gadis tersebut”
“ijinkan aku masuk dan menempati relung hatimu?” kata Jong Woon menghampiri Hye Mi. Ketika posisi mereka tepat berada di tengah lapang basket. Sedangkan Kyuhyun ditarik oleh Na Ya sehingga tubuhnya menjauh dari Hye Mi.
“maukah kau menjadi pacarku” tanya Jong Woon tanpa basa-basi lagi sambil memberikan seikat mawar merah.
            Hye Mi terdiam kaku dan tak percaya.
“terima, terima, terima” teriak semua orang yang melihat kejadian ini.
“jangan” teriak Kyuhyun dalam hatinya.
“bagaimana?” tanya Jong Woon.
“maaf, aku tidak bisa”
            Hye Mi menunduk minta maaf,  sedangkan Jong Woon hanya penatapnya penuh kekecewaan. Dengan perasaan menyesal, Hye Mi meninggalkan lapangan, kemudian diikuti oleh langkah Kyuhyun dari belakang.
“apakah sikapku salah?” Hye Mi tertuduk diam. Ia sedang menenangkan diri di ruangan paling atas di sekolah.
“kau melakukan yang terbaik. Jika kau menerimanya tetapi hatimu menolak, untuk apa? kau tidak akan bahagia. jadi, jangan memaksakan diri!”
“terima kasih Kyu”
“aku akan melindungimu jika Jong Woon membencimu atau dia hendak membalas dendam atas perbuatan yang kau lakukan barusan”
“kau janji?”
“aku janji akan melindungimu. Mulai sekarang. Nanti, kita pulang sekolah bersama!”
*****
            Kyuhyun menempati janjinya. Ia menunggu di depan gerbang sekolah sampai kelas Hye Mi berakhir. Mereka berdua pulang bersama, tetapi di tengah perjalanan, mereka mampir di sebuah caffe.
“aku harus bekerja mulai sekarang” ucap Kyuhyun.
“apa kau sudah mendapatkan pekerjaan?”
“lihatlah!” Kyuhyun menunjuk papan pengumunan yang berada di belakang tempat kasir. Tertulis bahwa sedang memerlukan pegawai paruh waktu.
“hebat” ucap Hye Mi. “keputusanmu sangatlah cepat Kyuhyun?”
“setelah melihat bahwa kau menolak Jong Woon, yang merupakan anak pintar serta rajin, aku berfikir bahwa aku harus bekerja dan sukses, karena aku tahu perempuan tidak menyukai lelaki yang malas. Menurutku Jong Woon itu hebat dan kau menolaknya, berarti aku harus lebih baik dari para lelaki seperti Jong Woon”
“kau benar. Perempuan tidak menyukai lelaki yang malas. Jong Woon tidak malas, ia begitu baik dan rajin, tapi entah kenapa aku tidak tertarik kepadanya”
“bekerja keras adalah moto hidupku mulai saat ini” kata Kyuhyun.
            Setelah dari caffe tersebut mereka berdua menikmati suasana malam bersama di taman, pergi ke pameran lukisan malam serta tak lupa menikmati pesta kembang api dari atas apartement mereka.
            Sungguh mengasikan jika di temani oleh seseorang yang membuat hatimu senang.
*****
            Hidup Kyuhyun kini sudah berubah. Tidak seperti anak kecil yang selalu menghabiskan uang sang kakak. Berkat Hye Mi, ia berusaha kerja keras dan sedikit demi sedikit mengumpulkan uang untuk membeli sesuatu yang ia inginkan.
            Berkat perkenalannya dengan Hye Mi beberapa bulan terakhir ini, ia meyakinkan dirinya bahwa gadis itu mampu membuat dirinya berubah. Tidak mudah mendapatkan sosok gadis seperti dia. Gadis yang selalu menasehatinya saat ia berbuat salah.
            Selain baik, Hye Mi begitu cantik karena gadis itu selalu memakai pita biru di rambutnya. Pita yang sering di pakai Hye Mi seperti ia teman masa kecil Kyuhyun.
“setiap kau memakai pita itu, aku seperti mengingat Littel Candy-ku” kata Kyuhyun memulai pembicaraan saat ia sedang berada di apartement Hye Mi.
“siapa dia” tanya Hye Mi.
“kekasih kecilku”
“kau sudah punya pacar?”
“tidak. Aku pernah berjanji bahwa aku akan menikahinya jika sudah besar nanti”
“jika kau bertemu dengannya lagi, apakah kau akan berbicara seperti itu lagi”
“entahlah. Karena, saat bersamamu aku merasakan sesuatu yang aneh”
“jadi, kau tidak konsisten dengan cinta masa kecilmu”
            Kyuhyu terdiam.
“lihatlah!”
            Hye Mi mengeluarkan poto dirinya bersama seorang anak kecil. Kyuhyun terkejut melihat hal tersebut.
“jadiiii” kata Kyuhyun menggantungkan ucapannya. “kauuuu?”
“Littel Candy-mu” ucap Hye Mi.
“kenapa kau baru mengungkapkannya sekarang?”
“karena aku disuruh mengubah hidupmu terlebih dahulu”
“pasti Cho Ahra yang menyurumu?”
“kenapa kau tau?”
“saat pesta waktu itu. Kau mengantarku pulang. Itu mustahil jika orang yang baru mengenalku bisa tau dimana rumahku. Aku sempat curiga terhadapmu, tetapi aku menutupi hal itu” kata Kyuhyun dengan jujur.
“waktu di kantin?” tanya Hye Mi mengingatkan kembali saat Kyuhyun menghampirinya.
“pertama kali aku curiga terhadapmu”
            Hye Mi tersenyum.
“Littel Candy... ahhh maksudku, Hye Mi~ssi?”
“kenapa?”
“kau mau menjadi Big Candy-ku?” tanya Kyuhyun sedikit malu, atas pengungkapan yang ia utarakan. Hye Mi begitu terkejut dengan apa yang ia dengar.
            Hye Mi sedikit berfikir.
“aku datang kesini hanya untukmu” jawab Hye Mi.
“jadi?”
“tentu saja”
            Kyuhyun akhirnya tau siapa Littel Candy-nya selama ini. Mereka pun terhanyut dalam keromantisan. Sungguh menakjubkan, Littel Candy telah berhasil mengubah hidupnya dan telah berhasil menjadi Big Candy-nya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review Novel Black Showman dan Pembunuhan di Kota Tak Bernama by Keigo Higashino

Ruang Waktu : Sinopsis

Review Novel Kesetiaan Mr. X by Keigo Higashino