Review Film Braveheart (1992)

Sumber Photo : Google

Braveheart adalah sebuah film laga dan sejarah yang dirilis pada tahun 1992 dengan dibintangi dan disutradarai oleh Mell Gibson. Film ini bersetting abad 13 dimana masih terjadi pertingkaian antara Inggris dan Skotlandia. Film sejarah terbaik yang tidak akan terlupakan oleh zaman karena mendapatkan penghargaan sebanyak 14 kategori yang berbeda. 
Cerita ini dimulai dari seorang narator yang menceritakan kehebatan seorang pahlawan Skotlandia. Let's begin...
William Wallace adalah seorang yatim piatu dari Skotlandia yang menginginkan hidup normal, menjadi seorang petani, menikah, memiliki anak, dan hidup bahagia ditengah perang antara Inggris dan Skotlandia. Meskipun ayah dan saudara lelakinya seorang pejuang, William hanya ingin hidup damai. William menikah secara rahasia dengan teman masa kecilnya, Murron. Tujuan William menikah secara rahasia karena ia tidak ingin membagi Murron dengan tentara Inggris. Pada saat itu, jika orang Skotlandia menikah maka pengantin wanitanya harus tidur terlebih dahulu dengan tentara Inggris (what the hell 😈). Pada saat festival desa tentara Inggris menyadari bahwa William dan Murron telah menjalin hubungan maka tentara Inggris memutuskan untuk memperkosa Murron, tapi gagal karena William menyelamatkannya. William menyuruh Murron ke hutan, namun ditengah perjalanan Murron berhasil ditangkap tentara Inggris dan langsung dibunuh yang disaksikan seluruh warga desa karena dianggap sebagai Pengkhianat kerajaan. William yang mendengar nasib tragis Murron langsung menghabiskan semua pasukan Inggris yang berbada di desa tersebut dan kejadian tersebut membuat semua pejuang Skotlandia kembali bangkit dan memutuskan untuk tidak takut terhadap Inggris. Dibantu Hamish dan Stephen, mereka mengumpulkan seluruh klan yang akan ikut pertarung melawan Inggris. Pertempuran pertama yang diketuai William Wallace disebut pemberontakan Stirling karena terjadi dikawasan jembatan strirling. Semua pejuang Skotlandia bertempur melawan Inggris sampai semua pasukan Inggris meninggal.  William dinobatkan sebagai Lord of Scotland karena telah memenangkan semua pertempuran. Untuk membebaskan negara dari cengkeraman Inggris maka William dan pasukan menyusun trategi untuk mengalahkan Inggris di tanahnya sendiri, namun ia membutuhkan bangsawan Skotlandia yang diketuai oleh Robert the Bruce. Robet dihadapkan pada dua pilihan antara memenangkan kemerdekaan bersama pejuang Skotlandia atau terus menjadi antek Inggris untuk mempertahankan gelar dan memperluas lahan untuk keluarganya. Pada saat William membantai seluruh pasukan Inggris yang ada di Edinburgh dan mengirim kepala tentara Inggris sebagai simbol kemenangan Skotlandia,  raja Inggris, Longshanks memerintahkan menantunya, Princess Isabelle dari Francis untuk negosiasi dengan William. Negosiasi ditolak, namun William kagum terhadap keberanian Putri Isabelle yang mengingatkannya pada Murron. Perang kembali terjadi dan Skotlandia kalah telak karena Robert dan para bangsawan Skotlandia memihak kepada Inggris. Ketika Raja memerintahkan untuk membunuh William, ia terlebih dahulu mendapat surat dari Isabelle sehingga William dan teman-temannya berhasil melarikan diri. Ketika Robert memutuskan untuk bergabung bersama William demi kebebasan Skotlandia, para bangsawan yang lain justru menahan William dan mengirimnya ke kerajaan Inggris untuk dihukum mati. Sampai detik kematiannya William tidak pernah mengakui bahwa ia tunduk dan patuh kepada Inggris, dengan lantang ia menyuarakan MERDEKA. Detik detik kematian William, Isabelle berbicara kepada raja Inggris, bahwa Inggris tidak akan memiliki keturunan yang sah karena Isabelle sebagai menantu satu-satunya justru mengandung anak orang lain.
Narator menutup ceritanya dengan mengatakan, "Aku, Robert the Bruce akan melanjutkan perjuangan William Wallace."

Kelebihan :
1. Acting dari para pemain yang luar biasa 
2. Setting tempat dan waktu
Kita sebagai penonton merasa ikut melintasi dimensi waktu untuk kembali ke abad 13. Dimana castle masih dibangun dari batu. Rumah warga masih dibangun dari batu dan atap dari jerami. Orang Skotlandia masih menggunakan baju dari kulit sedangkan Inggris sudah lebih modern. Dan banyak lagi. 
3. Plot cerita
Mell Gibson mampu mencampur adukan antara sejarah dan fiksi yang dikemas menjadi sesuatu yang menarik. Pantas saja memenangkan penghargaan sutradara terbaik. 
4. Sinematografi
Menyoroti penggambaran pegunungan highlander yang masih indah. Hutan Skotlandia yang eksotis tiada tara. Saya sering baca sejarah tentang Inggris dan penggambarannya hampir sama. 
5. Best moment 
Dialog terakhir yang dikatakan Isabelle kepada raja Inggris membuat saya tertawa puas. "Dead with your blood, your majesty, because there is another blood is grow up in my body." Skakmat. 

Kekurangan : 
Bingung membedakan antara fiksi dan sejarah sampai saya sebagai penonton merasa bertanya-tanya, apakah turunan raja Inggris berasal dari darah William Wallace? Sedangkan disejarah tidak demikian. 

Rating untuk film ini 4/5.
Sebagai penggemar sejarah saya puas dengan film ini. BravoπŸ‘‹

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review Novel Black Showman dan Pembunuhan di Kota Tak Bernama by Keigo Higashino

Ruang Waktu : Sinopsis

Review Novel Kesetiaan Mr. X by Keigo Higashino