Novel Paling Sedih Sepanjang Sejarah
Isabella (Sebuah Novel Studi Perbandingan Agama Islam dan Kristen)
Novel ini merupakan kisah nyata dari gadis Kristen bernama Isabella, seorang putri Kepala Pendeta tersohor di Cordova, sebuah kota nan indah dan bersejarah di Spanyol. Ia memelajari agama Kristen secara mendalam dan tekun, mencoba untuk mencari kebenaran doktrin Kristen dengan membedah prinsip-prinsip dasar kekristenan. Suatu ketika ia menemukan keraguan dan kejanggalan dalam ajaran Kristen. Tatkala kebenaran terbentang di hadapannya, ia mulai meninggalkan agamanya dan meraih Islam sebagai agama baru. Ia dengan berani dan gigih menghadapi tentangan serta siksaan dari ayah, guru, serta umat Kristen di Cordova.
Sosok Isabella telah melegenda dalam sejarah panjang Islam dan Kristen. Kegigihan dalam menggenggam keyakinan telah menjadi inspirasi jutaan perempuan di berbagai belahan bumi. Sementara bagi para akademisi dan teolog, kisah Isabella tak pernah kering dikaji untuk memelajari perbandingan agama. Novel ini merupakan sebuah karya yang sangat bermanfaat, dikemas dalam sebuah novel yang menarik, menjelaskan perbandingan keyakinan Islam dan Kristen. Satu lagi karya klasik yang akan memberikan pencerahan pada kita. Sebuah novel spiritual yang menyentuh.
~Novel pertama yang berhasil membuat saya meneteskan air mata~
Isabella, seorang putri pendeta terkenal di Cordoba, Spanyol. Lahir dari keluarga yang taat pada agamana. Disini, ia diceritakan seorang gadis muda berumur 16-17 tahun, dengan gambaran keanggunan dan kecantikannya ia seumpama bidadari dari surga, membuat mata lelaki terpesona. Namun, ayahnya tidak berniat menjodohkan ia dengan lelaki manapun dan akan menjadikannya seperti Maria. Dibentuk menjadi seorang wanita yang taat pada ajaran Kristen, yang mempertaruhkan hidupnya hanya untuk melayani tuhan dan membantu kesusahan orang lain.
Cerita ini dimulai pada suatu hari di taman, ketika Isabella dan teman-temannya sedang bersantai, secara tidak sengaja dia mendengarkan percakapan dua pemuda muslim, yaitu Umar Lahmi dan Muaz. Keduanya membahas tentang masalah keimanan Kristen, penghapusan dosa. Kristus disalib karena mewarisi dosa Adam yang dibuang ke bumi sehingga dengan disalibnya Kristus dapat menghapuskan dosa-dosa umat manusia. Isabella, pada dasarnya sangat tertarik pada pokok pembicaraan mengenai ketuhanan, sehingga pembicaraan Umar Lahmi dan Muaz menggoyahkan keimanan Isabella sehingga menyebabkan kegalauan dalam dirinya.
Isabella sendiri mencoba mencari jawaban, tak jua beroleh jawaban. Maka ia berniat menanyakan persoalan tersebut pada ayahnya. (hlm 8)
Besoknya, ia bertanya kepada ayahnya dan gurunya namun tidak mendapat jawaban yang memuaskan Keingintahuannya. Isabella menyadari bawa pokok persoalan tersebut memang begitu sulit bagi orang Kristen yang terpelajar sekalipun. Maka mulai terpancing kecurigaan Isabella terhadap ajaran agamanya. Sehingga ia mengadakan pertemuan dengan kedua pemuda islam tersebut untuk membahas teologi islam versus kristen.
Diadakanlah pertemuan kedua kelompok tersebut disalah satu greja di Cordoba. Umar Lahmi sebagai pemimpin kelompok islam berjanji, bahwa apabila penjelasan kelompok Kristen tentang Kristus disalib karena mewarisi dosa Adam yang dibuang ke bumi sehingga dengan disalibnya Kristus dapat menghapuskan dosa-dosa umat manusia itu jelas maka ia akan masuk Kristen. Peremuan pertama, kedua dan ketiga tidak menemukan titik terang karena kelompok kristen tidak dapat menjawab pertanyaan kelompok islam dan Umar Lahmi. Pertemuan tersebut pun dimenangkan oleh kelompok islam. Alhasil Isabella semakin goyah dengan keimanannya. Gejolak besar berkecamuk dalam diri Isabella. Diam-diam ia sering bertemu dengan Umar Lahmi dan cendekiawan muslim lainnya. Ia mendedikasikan hidupnya untuk memperlajari Al-quran dan mencari kebenaran dalam islam. Ia gundah dalam dua pilihan, meninggalkan agamanya dan menemukan kebenaran atau tetap pada keinginan ayahnya namun hatinya menolak itu semua. Kegundahan hati Isabella menemukan titik terang pada ajaran islam sehingga ia memutuskan untuk menjadi seorang muslim.
Isabella mengaku kepada kedua orangtua dan gurunya bahwa ia sudah masuk islam. Orang tua dan gurunya naik pitam. Isabella yang malang, ia menerima pukulan dan dipenjarakan dibawah tanah bersama tulang belulang manusia serupa sampah dedaunan yang berserakan. Selama dipenjara berbulan-bulan ia disiksa, ditekan, diancam, dan dipaksa untuk kembali ke agama kristen. Namun, ia menolaknya.
"aku siap! Sejak memutuskan memeluk Islam aku telah siap menanggung apapun resikonya. Termasuk menerima apapun keputusanmu, tapi tolong jangan kasihani aku. Sebab sebenarnya engkau sendirilah yang lebih patut dikasihani karena keyakinanmu telah berhadapan dengan rasa takut terhadap nuranimu sendiri yang bisa engkau lakukan hanyalah membunuhku, namun engkau tak tahu bahwa aku telah menjadi makhluk Allah, yang maha Esa dan abadi." (hlm 214)
Walau diancam akan dibunuh Isabella teguh pada pendiriannya bahwa ia akan memeluk agama islam sampai mati.
Isabella dibebaskan para sahabatnya secara diam-diam dari penjara bawah tanah, mereka membawa Isabella ke desa terpencil. Dikehidupan barunya Isabella terus memperdalam agama islam. Ia mendirikan komunitas muslim, menjadi ustadzah di komunitasnya dan sudah menislamkan ratusan kristiani. Isabella menjadi panutan bagi muslim di Cordoba saat itu. Akhirnya Isabella hidup tenang dengan memeluk agama islam. Ia memeluk agama islam sampai akhir hayatnya.
5/5 💙💙💙💙💙
Saya baca novel ini pas kelas 1 SMA. Baca novelnya pun terpaksa karena jujur saja waktu itu saya mau baca novel Harry Potter and the Deathly Hallows dan entah kenapa malah menjatuhkan pilihan ke novel ini. Dan yeaaaaa ketika lembaran terakhir dan selesai, saya menyesal amat sangat menyesal kenapa gak baca dari dulu padahal novelnya sudah nangkring dilemari tanpa disentuh sedikitpun.
Hanya satu kalimat yang mampu menggambarkan novel ini. Novel yang sangat menguras emosi.
Saya ikut merasakan pergolakan batin Isabella disini. Ketika ia harus patuh terhadap ajaran agama ayahnya, sedangkan ia merasa ada kesalahan dalam pelajaran tersebut. Ketika Isabella menemukan islam sebagai jalan terang kehidupannya, ia harus dihadapkan pada kebimbangan hatinya untuk berterus terang kepada ayahnya dan juga gurunya. Saya paham disini, Isabella tidak ingin menyakiti perasaan mereka. Dan yang paling bikin saya kesel waktu Isabella di penjara dibawah tanah dengan ditemani tulang belulang manusia, bisa dirasakan bau busuknya seperti apa. Namun, Isbella teguh pada pendiriannya, tidak ada seorangpun atau siksaan apapun yang membuat ia meninggalkan islam. Baca bagian ini saya nangis tengah malam, salut dengan keistiqomahan Isabella 😢
Semua agama mengajarkan kebaikan. Yuk berpelukan, teman-teman . 🤗🤗🤗🤗🤗
Komentar
Posting Komentar