Novel yang Berpotensi Membuatmu Darah Tinggi

Johanna Lindsey - The Pirate's Love

Si bajak laut yang sangat mempesona 


Sinopsis :

Bettina Verlaine, seorang gadis Prancis yang cantik, dijodohkan oleh ayahnya dengan seorang bangsawan Prancis yang belum pernah ia temui. Ia pun berlayar menuju Kepulauan Karibia untuk memenuhi janji ayahnya itu, meskipun hatinya tidak rela.

Di lautan, Kapten Tristan, yang kapalnya berpapasan dengan kapal yang ditumpangi Bettina, langsung terpukau melihat kecantikan Bettina dan memutuskan untuk menculiknya. Tristan menahan Bettina di dalam kabinnya dan memaksa Bettina untuk melayaninya. Meskipun semua itu dilakukan Tristan dengan penuh kelembutan, tetap saja perlakuan tersebut membuat Bettina sangat membenci Tristan.

Namun, tanpa diduga, lama-kelamaan Bettina luluh juga oleh kelembutan Tristan. Di lain pihak, Tristan yang sudah bersumpah untuk tidak akan pernah menikah karena masa lalunya yang kelam, mulai merasakan bahwa ia tidak bisa berpisah dengan Bettina. Apakah Bettina akhirnya akan menyerah terhadap pesona Tristan meskipun laki-laki itu telah merenggut kehormatannya? Dan apakah Tristan sanggup melanggar sumpahnya dan mengakui perasaannya kepada Bettina?


Cuap cakap tentang buku ini :

Buku pertama Johanna Lindsey yang saya baca itu seri malory and anderson family yang berjudul love only once. Di awal bab lumayan tertarik karena ceritanya memang seru tentang Nicholas Eden yang salah menculik seorang Lady dan berakhirlah Regina Ashton yang disekap dirumah Nicholas. Tapi, dari pertengahan ke akhir saya justru males baca karena tokoh utamanya benar-benar keras kepala. Jadi, ceritanya terkesan gitu-gitu ajah. Saya butuh satu minggu untuk menyelesaikan novel ini. Lanjutlah saya baca ke novel a pirate's love Karena banyak yang ngomong katanya seru.

Dan tralalalallalalallalallaa.....

Saya merasa tertipu dengan tulisan The #1 New York Times Bestseller Author. Entah, saya gak suka sama ceritanya. Ada beberapa poin yang membuat saya kurang sreg sama novel ini.

  1. Alur ceritanya gak sesuai sama harapan. Kenapa? Saya merasa terlalu banyak menceritakan pergolakan batin si tokoh utama padahal ceritanya bukan dari sudut pandang orang pertama. Ah, lagi lagi saya bosan dengan cerita si mbak johanna.
  2. Settingnya dilautan lepas, di atas kapal, juga dipulau terpencil. Tapi saya gak merasakan penggambaran kalau pulau karibia itu indah. Padahal jika digambarkan lebih jelas saya pasti merasa ikut berpetualangan diatas laut, meskipun hanya bermodalkan bacaan saja.
  3. Banyak dialog yang bikin saya pusing tujuh keliling. Setiap dialog Bettina dan Tristan saling adu mulut, bikin saya pengen bakar novel ini. Serius, hal sepele aja bisa sampai segitunya. Prok prok...
  4. Penokohan terlalu kuat sampai membuat saya merinding. Astaga, bettina itu digambarkan keras kepala, tapi bagi saya dia keras kepalanya keterlaluan sampai gak mendasar apapun. Karakter Tristan okelah, saya merasakan dia benar-benar seperti bajak laut. Dari awal sampai akhir saya kurang sreg dengan mereka berdua. Jujur, saya gak pernah membenci tokoh utama dalam novel sebenci karakter bettina.
  5. Pokonya saya lupa mau tulis apa lagi, soalnya saya males mengingat cerita novel ini. Novel ini tamat dalam 2 hari saja. Oh iya. Saya merasa telah membuang waktu dalam 2 hari untuk sesuatu yang bikin tensi darah naik.
  6. Karya johanna lindsey yang sering saya hindari. Karena dia konsisten dengan gaya menulisnya. Tokoh utamanya bikin muak (terlalu keras kepala) jadi terkesan tokohnya sama dalam buku yang berbeda.
  7. Ahhhhh, saya inget, tepat pukul 00.15 menit saya sampai Dihalaman terkahir. Setelah menutup Novel ini saya langsung ke kamar mandi dan pipis (Baca novel ini saya berusaha nahan pipis terus 😬), terus nge whatsapp temen, "Sumpah pengen gue bakar nih buku." Saking keselnya saya merasa pengen nangis dan bilang ke johanna lindsey "Hey, mbak, tolong jangan bikin cerita yang bikin saya nangis dan marah dalam satu waktu."
  8. Saya akui cerita ini lumayan seru, tapi maaf banget saya nggak mau baca untuk kedua kalinya.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review Novel Black Showman dan Pembunuhan di Kota Tak Bernama by Keigo Higashino

Ruang Waktu : Sinopsis

Review Novel Kesetiaan Mr. X by Keigo Higashino