Review Novel Mahogany Hills by Tia Widiana
Mahogany Hills
Hero paling nyebelin se genre amore!!!
Blurb
Jagad Arya dan Paras Ayunda mendapatkan kehidupan yang mungkin diharapkan oleh semua pasangan pengantin baru. Segera setelah menikah, mereka tinggal di rumah bernama Mahogany Hills, di pelosok pegunungan Sukabumi yang sejuk dan indah.
Yang membedakan Jagad dan Paras dengan pasangan pengantin lainnya adalah mereka menikah bukan karena cinta. Baik Jagad maupun Paras punya rahasia yang mereka pendam. Kesepian, amarah, dan penyesalan bercampur aduk dengan rasa rindu dan kata cinta yang tak pernah terucapkan—semua itu senantiasa menggelayuti Mahogany Hills.
Dengan caranya masing-masing, Jagad dan Paras berjuang untuk menghadapi satu pertanyaan yang pada suatu titik harus mereka jawab:
Sanggupkah mereka bertahan dalam pernikahan yang tak sempurna itu?
⭐⭐⭐/5
Ok, ini cerita mungkin tidak akan pernah ada kalau tokohnya bisa mengambil keputusan dan tidak melakukan ketololan yang berdampak bagi kehidupannya. Dih, loe ngomong apa sih, Rim 🤣
Jalan ceritanya klise layaknya novel amore kebanyakan.
Perjodohan - Nikah - Tarik Ulur - Salah Paham - Penyesalan - Saling Memaafkan - Bahagia
Ada hal yang membuat novel ini menarik dan cukup buat dinikmati, yaitu gaya bahasanya cukup mengena, karakternya yang ngeselin tapi kuat, setting lokasi yang menakjubkan (Sukabumi dan Gunung Halimun) that place is the best part of telling the story.
Paras dan Jagad menikah karena dijodohkan. Sehari setelah menikah mereka pindah ke Sukabumi tepatnya dibawah kaki Gunung Halimun, mereka tinggal di rumah keluarga Jagad yang cukup nyaman dan indah yaitu Mahogany Hills.
Paras, yang notabennya lahir dari keluarga kaya, berpendidikan tinggi tidak sekali pun mengeluh dengan kondisi pernikahan nya. Berbanding terbalik dengan Jagad, suami yang acuh, tidak per perasaan, bahkan memiliki ego yang tinggi cuma untuk mengakui kalau Paras adalah istri yang cukup sempurna.
Jagad menyalahkan Paras atas pernikahan nya. Gara-gara Paras, dia tidak bisa menikahi Nadia, gadis impiannya. Karena pernikahan sudah terlanjur terjadi Jagad berniat menikah hanya untuk diceraikan Paras. The asshole man, right?
Jagad dan Nadia bersekongkol, mereka akan membuat Paras menceraikan Jagad. Ketika mengetahui perselingkuhan mereka secara terang-terangan, Paras tidak marah justru dia menyalahkan diri sendiri karena tidak bisa membuat Jagad bahagia. Hah agak bego juga disini meskipun Paras lulusan S2 di Amerika, tapi balik lagi kalau ini masalah hati, pembaca nggak bisa judge apapun. Apalagi posisinya Jagad itu first's love nya Paras.
Susah untuk menggambarkan karakter paras tapi kalau mau dibilang dia itu kayak quote begini
“When the person you love can't see your love for them beneath the painful things you say when they reject you, remember this: Love is blind.”
Tarik ulur hubungan Jagad & Paras sudah dijelaskan dari plot awal, mulai dari Jagad cemburu cuma karena Paras disukai para pekerjanya di proyek tapi di satu sisi Jagad tidak bisa memposisikan sebagai suami yang sempurna. Jujur, gue kesel sama tingkah laku Jagad. Dia itu hero paling ngeselin se genre amore.
Sebagai wanita independen Paras mau diperlakukan kasat mata begitu.
Ketika mantan pacar Paras datang ke Mahogany Hills dan hampir memperkosanya, Jagad malah balik menyalahkan Paras. Sumpah Demi apapun, istri loe lagi sakit fisik dan batin, tapi dia dengan seenak udel menyalahkan si korban. Punch you kill!!!
Ketika puncak kesabaran nya sudah menipis, Paras memutuskan untuk pergi.
And guest what happend next?
Jagad putus dengan Nadia
Paras kabur dari rumah
Kesepian
Penyesalan
Saat mendapati rumah sepi tanpa kehadiran Paras, Jagad sadar kalau dia membutuhkan apapun yang berhubungan dengan Paras. Dia rindu Paras memasak, menjemur pakaian, menanyai kabarnya. Ya dia sadar kalau Paras adalah istrinya, belahan jiwanya.
Namun takdir berkata sebaliknya, Paras kecelakaan dan melupakan memori pernikahan dengan Jagad. Saat terbangun dia membenci Jagad dan ketakutan melihatnya.
Penyesalan nya semakin bertambah, Jagad terpuruk. Dia kehilangan sosok paras, kehilangan anak yang dikandungn Paras, dan lebih menyakitkan Paras takut dengan kehadiran nya.
Jagad berubah, dia akan melakukan apapun untuk membahagiakan Paras. Dia mulai perhatian, lembut dan mengatakan tidak ketika Nadia memaksanya kembali.
Ok Jagad, disini elo keren banget.
Ketika Paras memintanya bercerai sesuai dengan keinginan Jagad di awal, Jagad mati-matian menolak.
Paras memaafkan semua perbuatan buruk Jagad, ia mau membangun rumah tangganya dari awal. Dan selayaknya ending novel amore, semua orang bahagia.
Cuap cuap manis sedikit
Gue suka karakter Paras, selain digambarkan cantik banget dia juga mempunyai kepribadian yang baik, ramah, pokonya sifat yang mustahil banget ditemui. Paras berpendidikan tinggi, hampir mau ngambil gelar doktoral tapi mundur karena menikah dengan Jagad.
Jagad sebenernya tipe suamiable banget. Karena janjinya untuk menikahi Nadia, Dia bertindak tolol dengan mengabaikan Paras.
Ceritanya klise, tapi cukup menarik untuk mengisi waktu luang, mungkin karena gaya bahasa yang di pakai ngena banget. Saat Paras sedih, gue malah kesel. Saat Jagad menderita, gue malah bersyukur. Karena apa? Semua orang butuh berproses untuk tau kalau ada yang salah dengan situasi yang kita alami.
Latarnya yang dibawah kaki Gunung Halimun beneran ngebuat pembaca jadi mikir, "Kalo tua mendingan tinggal di pesisian, jauh dari kebisingan ibu kota."
Yah mungkin semuanya too good to be true, tapi layak untuk dibaca semua orang apalagi yang mau masuk ke tahap le marriage 🤣

Komentar
Posting Komentar