Review Novel Say! Hi by Inggrid Sonya
Say! Hi
Blurb
Bagi Ribby, punya dua sohib ganteng itu musibah. Dia yang serba pas-pasan, ngerasa temenan sama Ervan dan Pandu yang berpredikat cowok popular sekolah jadi semacam ujian.
Ervan si ganteng, Ribby si kumal. Pandu si keren, Ribby si dekil. Waktu masih kecil, Ribby emang nggak peduli dengan perbandingan itu. Tapi semenjak SMA, Ribby mulai capek dengan ejek-ejekan yang kadang kala membuatnya insecure.
Pada fase-fase krisis percaya diri itulah Ribby mendadak membuat akun Say Hi! Itu, lho, aplikasi akun dating berbasis anonim yang sedang digandrungi remaja zaman sekarang.
Di aplikasi Say Hi!, Ribby berkenalan dengan cowok bernama Robbi. Awalnya sih, Ribby Cuma iseng. Namun, perlakuan Robbi yang lucu setiap kali mereka chatting-an, entah kenapa membuat Ribby jatuh nyaman. Bahkan Ribby merasa Robbi jauh lebih mengerti Ribby daripada dua sahabatnya yang playboy mampus itu.
Sementara itu, di sisi lain, salah satu di antara sahabatnya ada yang mengirim chat pada Ribby.
Robbi: Maafin gue yang pengecut ini....
⭐⭐⭐⭐/5
Meet Inggrid Sonya's book after long time ago
Fiyuh, setelah beberapa bulan gak mampu buat menyelesaikan satu buku pun, Say! Hi datang untuk mengembalikan sensasi dulu. RI, kamu suka buku dan itu titik.
Inggrid Sonya itu salah satu penulis lokal yang semua karyanya pasti bakalan gue baca sampai habis meskipun tema yang di ambil pasti berhubungan dengan "Dark Story". Gue akui kalo Say! Hi ini receh abis, tapi unsur dark story ngga akan pernah lepas dari apapun yang berhubungan dengan Inggrid.
Novel ini tentang Insecurity, penyembuhan luka dan penerimaan.
Let's see semoga review ini tidak mengandung spoiler yang berlebihan.
Ribby sebenernya manis, namun karena penampilan nya yang acak-acakan dan nggak pernah make up-pan selalu di anggap bebek buruk rupa jika disandingkan dengan kedua sahabatnya yang masuk dalam jajaran "Most Wanted Boys". Ribby tidak pernah mempermasalahkan penampilan nya toh selama ini Pandu dan Ervan selalu menyukai gadis itu apa adanya. Mereka suka Ribby yang enerjik, Ribby yang percaya diri, Ribby yang bodo amat meskipun sering dilabrak sama seniornya karena nggak suka dengan kedekatan mereka bertiga.
Tiga orang itu ada Dilingkaran yang tidak bisa dijamah siapapun. Ribby tidak pernah mempermasalahkan jika harus menemani Ervan latihan baseball, menemani Pandu syuting film dokumenter, kadang kedua sahabatnya suka ikut nunggu waktu Ribby latihan taekwondo. Meskipun males Ribby sering ikut jalan ke mall bareng pacar-pacar mereka.
Ribby adalah Ribby, dan itu berlaku mutlak.
Namun persepsi nya runtuh, saat beberapa cewek yang dekat dengan kedua sahabatnya sangat jauh dengan penampilan Ribby, mereka cantik dan glowing. Atas bantuan Qia, sahabatnya, Ribby mulai berubah. Dia sering skincare-ran, pakai make up tipis, namun perubahan itu justru membuat Ervan dan Pandu marah. Mereka tidak suka perubahan Ribby, ngebentak Ribby di depan umum. Cuma Ipank, kakak Qia yang selalu mengejeknya terang-terangan di depan mukanya langsung tapi tidak pernah mempermalukan nya.
Saat hubungannya renggang dengan kedua sahabatnya, Ribby memutuskan untuk menginstal aplikasi Say! Hi, Ribby cuma mau ngerasain gimana rasanya punya pacar meskipun itu cuma virtual.
Di hari pertama ia buka akun Say! Hi dengan nama Viona, di hari itu juga ia menjadi pacar Robby, cowok virtual yang entah siapa dan ntah tinggal di antah berantah mana.
Chat dari Robby yang receh kadang membuat hidup Ribby jungkir balik, mulai dari hal hal receh sampai joke yang ngga dia pikir lucu sukses membuatnya ketawa.
Di satu titik, Ribby pernah nanya "Tipe cewek lho kayak apa?"
Robby cuma menyimpulkan bahwa dia suka cewek apa adanya, cewek yang nyaman dengan dirinya sendiri. Darisana Ribby mikir kalo perlakuan Ervan dan Pandu justru untuk melindungi nya, mereka tidak ingin Ribby risih dengan perubahan hanya karena dia iri. Namun Ribby menyakinkan kalo dia berubah untuk diri sendiri, apa salahnya menjadi cantik? Toh ia sekarang menjadi rapi daripada sebelum nya.
Hubungan Ribby-Ervan-Pandu kembali seperti biasanya, ledekan Ipank juga tidak pernah Ribby permasalahahkan. Namun hubungan Ribby dengan Robby justru membuat kedua sahabatnya curiga, mereka selalu memikirkan, apakah Ribby punya pacar? Meskipun hubungan mereka baik-baik saja, namun Ribby seperti menjauh.
Ervan yang jelas tidak suka dengan perubahan Ribby, tiba-tiba menyatakan suatu kalimat yang tidak pernah ia yakini. Ervan mengeluarkan ponsel dan memperlihatkan aplikasi Say! Hi ke hadapan Ribby, "Sorry By, gue terlalu pengecut untuk mengungkapkan semuanya"
Ribby tentu saja terkejut, dari semua orang yang dikenal kenapa Ervan harus jadi Robby? Kenapa?
Satu ucapan dari mulut Ervan cukup membuat Ribby membeku,
"Ketika Elo cuma melihat Pandu, gue berdiri dibelakang sama seperti elo, By. Gue melihat gimana elo lebih memilih Pandu daripada gue, gimana elo selalu mengutamakan Pandu daripada gue, yang sudah jelas kalo kitu bertiga itu berteman. Tapi kasih sayang elo terbagi menjadi dua."
Ribby tertegun, dia membuat luka di hati Ervan.
Ketika Ervan membuat pilihan, apakah Ribby akan menerima nya sebagai Ervan atau Robby, Ribby justru menrimanya sebagai Ervan. Gosip menyebar kalau Ervan si playboy justru sangat terikat dengan Ribby yang notabene nya adalah sahabat sekaligus pacarnya.
Di tempat jauh, Robby yang mengetahui pengkhianatan Ervan langsung marah, Ervan membajak akunnya dan pura-pura menajdi dirinya untuk mendapatkan Ribby.
Beberapa bulan hubungan nya dengan Ervan, Ribby tidak merasakan kalo Ervan adalah Robby. Tidak ada Robby yang receh, tidak ada Robby yang membuat mood nya membaik.
Ervan justru sangat protektif, ketika Ribby sibuk dengan Olimpiade Taekwondo yang dibantu Ipank sebagai tutornya Ervan kadang marah, dia menjauhkan Ipank dengan Ribby.
Bagi Ervan, Ipank adalah sahabatnya sama seperti Pandu namun Ipank tidak cukup baik dan menganggap kalo Dia adalah psikopat sinting yang tidak bisa menahan amarah dikarenakan masa lalu Ipank yang cukup menyuramkan.
Ipank menjauh, membuat Ribby uring-uringan.
Ervan adalah pacarnya, tapi bantuan Ipank justru membuat Ribby tidak pernah melupakannya. Ketika Pandu menanyakan pertanyaan yang sulit dijawab, Ribby cuma pengen nangis.
"By, kalo elo bahagia sama Ervan, gue ikut seneng, tapi elo nggak mencerminkan itu sekarang. Jadi, perasaan elo sebenarnya untuk siapa?"
Semuanya berubah, Ribby-Ervan-Ipank menjadi rangkaian yang tidak bisa dipaksakan untuk bersama. Ribby dengan kebingungan hatinya. Ervan dengan keegoisannya. Ipank dengan kebungkamannya.
Ketika kepingan yang tidak bisa dijelaskan muncul, Ribby menyakinkan satu hal hatinya tidak pernah salah untuk memilih.
Ribby memilih Robby, namun Robby memilih untuk menghindar.
Jadi Robby siapa?
Robby adalah....
Jika penasaran Robby itu siapa, mending langsung cus baca bukunya.

Komentar
Posting Komentar